BERITA

6
Apr

Panduan Penggunaan Aplikasi SMILE untuk Tenaga Kesehatan

Kementerian Kesehatan RI bersama UNDP terus mendorong transformasi digital melalui penggunaan Aplikasi SMILE untuk memantau logistik kesehatan. Sistem elektronik canggih ini telah diimplementasikan di berbagai fasilitas kesehatan di seluruh pelosok tanah air sejak tahap uji coba pada tahun 2018 silam. Tujuan utama penerapan teknologi mutakhir ini adalah untuk memastikan ketersediaan pasokan vaksin dan perbekalan secara akurat dan tepat waktu. Para tenaga medis tingkat daerah kini diwajibkan untuk memahami buku petunjuk teknis agar dapat memaksimalkan pemanfaatan platform pemantauan digital ini.

Berdasarkan pedoman petunjuk teknis resmi, tata cara pengoperasian aplikasi ini mencakup empat jenis transaksi utama yang sangat krusial. Transaksi pertama adalah penghitungan stok yang wajib dilakukan saat pencatatan awal atau penyesuaian jumlah ketersediaan persediaan logistik bulanan. Langkah operasional selanjutnya adalah pencatatan pengeluaran harian ketika sediaan medis secara fisik disalurkan kepada fasilitas layanan yang benar-benar membutuhkan. Sistem elektronik ini juga memiliki menu penerimaan vial terbuka dan fitur pembuangan untuk mencatat sediaan medis yang rusak atau kedaluwarsa.

Proses pemenuhan pasokan sediaan medis juga diatur secara terstruktur melalui tahapan pemesanan yang terdapat di dalam perangkat lunak tersebut. Petugas kesehatan pada tingkat puskesmas harus membuat pesanan baru yang kemudian akan diverifikasi oleh para penyedia di tingkat dinas. Setelah sediaan dialokasikan dan dikirimkan oleh pihak penyedia, petugas penerima wajib sesegera mungkin memeriksa kelengkapan fisik kiriman logistik tersebut. Langkah operasional terakhir yang mutlak diselesaikan adalah mengeklik konfirmasi pesanan diterima agar sistem pencatatan secara otomatis memperbarui jumlah persediaan.

Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di lapangan, petugas kesehatan sering kali melakukan beberapa kesalahan penginputan yang dapat mengganggu tingkat akurasi pencatatan. Salah satu kekeliruan fatal yang kerap terjadi adalah menggunakan menu pembuangan murni untuk menyeimbangkan jumlah fisik persediaan dengan data sistem. Petugas inventaris seharusnya menggunakan fitur hitung stok apabila menemukan ketidaksesuaian jumlah ketersediaan agar tingkat persentase pembuangan tidak tercatat melonjak tajam. Kepatuhan pengelola terhadap pedoman operasional dasar ini akan sangat menjamin transparansi serta keberhasilan distribusi rantai pasokan medis secara nasional menyeluruh

X